Selasa, 01 Januari 2013

Tulisan


Nama   : Eslida Sirumapea
Npm    :   22210443
Kelas   :  3 EB 22
Tulisan

KARYA ILMIAH
Pengertian Karya Ilmiah

merupakan karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd (2001:4) mengemukakan bahwakarya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Apa yang dimaksud dengan tata cara ilmiah? Yaitu suatu penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data yang digunakan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah. Menurut Djuroto dan Bambang (2003:12-13) menguraikan karya tulis sebagai suatu tulisan yang membahas suatu masalah, pembahasan masalah tersebut dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data dari suatu penelitian baik penelitian lapangan, laboratorium atau studi pustaka.

Dalam karya ilmiah memiliki beberapa gaya penulisan antara lain gaya penulisan deskripsi, merupakan gambaran tertulis yang mana penulis berusaha menggambarkan detail benda-benda atau gelaja yang terjadi dalam bentuk kata-kata; gaya penulisan berbentuk narasi, merupakan jenis gaya penulisan yang menyajikan suatu rangkaian cerita dari suatu kejadian; gaya penulisan ekspose atau penjabaran, gaya penulisan jenis ini menjelaskan dan menafsirkan fakta dan gejala yang timbul dari suatu kejadian; dan gaya penulisan argumentasi, gaya penulisan jenis ini mengemukakan fakta pendukung dari penulis dengan menyajikan alasan-alasan.
Karya ilmiah dapat berupa tema apa saja, misalkan mengangkat tema tentang bahaya narkoba, pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan, polusi udara yang disebabkan asap pabrik, bahaya merokok dan masih banyak tema lagi yang bisa diangkat untuk menjadi karya ilmiah. Tapi apakah sebenarnya tujuan dari karya tersebut? Tujuan-tujuannya antara lain sebagai berikut:

Contoh Karya Ilmiah :

1.      Pemberdayaan Penambangan Emas Skala Kecil. Studi Kasus : Kecamatan Salopa, Tasikmalaya. Karya: Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok Darijanto, Sudarto N.
2.      Studi Perbandingan Kebijakan Mineral Beberapa Negara Dan Kebijakan Mineral Dalam Hukum Pertambangan Indonesia. Karya: Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo, Buha Edyson.
3.      Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari Usaha Pertambangan Bauksit PT. Aneka Tambang Di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sangatta, Propinsi Kalimantan Barat. Karya: Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N.
4.      Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed Country. Karya: Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama.

Tugas


Nama   : Eslida Sirumapea
Npm    :   22210443
Kelas   :  3 EB 22
Tugas

PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.

Contoh Penalaran induktif adalah :
1.      kerbau punya mata
2.       anjing punya mata.
3.      kucing punya mata
 setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Selasa, 13 November 2012

Contoh kalimat silogisme





 


CONTOH KALIMAT SILOGISME
CONTOH KALIMAT

1. Semua dosen harus giat mengajar
Itha adalah seorang dosen
Jadi Itha harus giat mengajar

2. Prasetyo pelajar teladan
Prasetyo putra seorang guru
Putra seorang guru pasti pelajar teladan

3. Semua mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM.
Aini Fatimah adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.
Aini Fatimah memiliki KTM.

4. Semua karyawan ANTAM harus olahraga pagi
Gisel karyawan ANTAM
Gisel harus olahraga pagi

5. Semua mahluk hidup membutuhkan oksigen
Kucing membutuhkan oksigen
Jadi kucing adalah mahluk hidup





        

Analisa penalaran deduktif



Nama    :Eslida Rumapea
Npm     :22210443
Kelas    :3eb22
Tugas    :B.Indonesia

ANALISA PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan suatu kebenaran. Penalaran juga merupakan proses berpikir secara terus menerus dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

*      Ciri-ciri penalaran      :
1.      Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses berpikir logis)
2.      Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

*      Pengertian Deduktif
Deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus (individual).  Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme terdapat premis mayor dan premis minor.
*      Penalaran Deduktif
Deduktif adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal padasuatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.


Contoh :
-          Premis Mayor :           Semua manusia memiliki sepasang telinga
-          Premis Minor  :           Alfi  adalah manusia
-          Kesimpulan     :           Jadi, Alfi memiliki sepasang telinga
Tetapi menurut seorang anak kecil, hal ini tidak benar. Ini membuktikan bahwa tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar. Secara deduktif dapat dibuktikan ketiganya benar. Pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang telah dianggap benar. Teori ini disebut koherensi. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koherensi.
·         Jenis-jenis Penalaran Deduktif  :

1.       Silogisme

Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).
Bentuk silogisme :

a.      Silogisme kategoris : terdiri dari proposisi-proposisi kategoris. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.  Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
                                  i.            Premis umum : Premis Mayor (My)
                                ii.            Premis khusus : Premis Minor (Mn)
                              iii.            Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My       :           Semua siswa/i SMA adalah lulusan SMP
Mn       :           Maya adalah siswi
K          :           Jadi, Maya lulusan SMP

b.      Silogisme hipotesis : salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis. Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
Premis Mayor :           Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor  :           Hujan tidak turun
Konklusi           :           Sebab itu panen akan gagal
Atau
Premis Mayor :           Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor  :           Hujan turun
Konklusi           :           Sebab itu panen tidak gagal
Contoh silogisme hipotesis ke2          :
Premis Mayor :           Bila hujan, maka jalanan basah
Premis Minor  :           Sekarang hujan
Konklusi           :           Maka jalanan basah.
Atau
Premis Mayor :          Bila hujan, maka jalanan basah
Premis Minor  :          Sekarang jalanan basah
Konklusi           :          Maka hujan.
c.       Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh Silogisme Alternatif :
My       :           Paman saya berada di Bogor atau Bekasi
Mn       :           Paman saya berada di Bogor
K          :           Jadi,paman saya tidak berada di Bekasi
atau
My       :           Paman sayang berada di Bogor atau Bekasi
Mn       :           Paman saya tidak berada di Bekasi
K          :           jadi, paman saya berada di Bogor

2.      Silogisme Standar
Silogisme kategoris standar adalah proses logis yang terdiri dari tiga proposisi
kategoris.
Proposisi 1 dan 2 adalah premis.
Proposisi 3 adalah konklusi
Contoh Silogisme Standar :
My             :           Semua pahlawan adalah orang berjasa
Mn             :           Cut Nyak Dien adalah pahlawan
Konklusi     :           Jadi, Cut Nyak Dien adalah orang berjasa.
3.      Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
Premis Minor : Indah  menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam perlombaan melukis
Konklusi : Indah telah memenangkan perlombaan melukis , maka dari itu Indah berhak menerima hadiahnya
Referensi :